Dana Cicil

Jum'at, 16 Januari 2026 - Finance

Sidang Terbuka Atas Promosi Doktor Dede Mardiyah

Senin, 22 Desember 2025 - Sosok Kampus Pendidikan

Kokurikuler 2025

Sabtu, 6 Desember 2025 - Pendidikan

SUITS

Selasa, 2 Desember 2025 - Film

Webinar Daring HUT Ke-54 KORPRI

Senin, 1 Desember 2025 - Events

Langkah-Langkah Aktivasi Akun Coretax DJP

Minggu, 30 November 2025 - Ekonomi Pajak

Paket Al-Qur'an Yang Terseret

Rabu, 26 November 2025 - Berita Fakta

Terima Kasih

Minggu, 23 November 2025 - Sticker

Gen Z Harus Paham Soft Skill Ini !

Soft skill merupakan kemampuan yang sangat penting juga untuk melengkapi keterampilan teknis (hard skill), serta menghadapi dunia yang semakin otomatis dan beragam. Soft skill yang sangat dibutuhkan agar dapat sukses pada tahun 2030 mendatang sebagai berikut: 

  1. Kecerdasan emosional dan sosial (seperti empati, resolusi konflik). 
  2. Berpikir kritis dan pemecahan masalah kompleks. 
  3. Kreativitas dan inovasi. 
  4. Adaptabilitas dan pembelajaran seumur hidup. 
  5. Komunikasi efektif (termasuk menulis). 
  6. Kepemimpinan berbasis nilai. 
  7. Kemampuan kolaborasi (terutama virtual / antarbudaya). 


Keterampilan Kognitif dan Kreatif. 

Berpikir kritis & analitis; kreativitas & inovasi; serta pemecahan masalah kompleks merupakan bagian dari keterampilan kognitif dan kreatif. 

Berpikir kritis dan analitis merupakan kegiatan berupa menganalisis informasi, memilah data, dan membuat keputusan logis di era banjir informasi secara digitalisasi saat ini. 

Kreativitas dan inovasi adalah menghasilkan ide unik dan solusi baru yang tidak bisa digantikan oleh mesin. Karena pada dasarnya ide yang diciptakan tersebut, termasuk hasil pemikiran yang murni dan tidak dapat dialgoritmakan secara matematis. 

Yang terakhir adalah pemecahan masalah kompleks yang harus mampu mengatasi tantangan global yang semakin rumit. Jika masalah-masalah kompleks tidak dapat ditangani secara baik, tentu saja akan mengakibatkan hal yang fatal. 


Keterampilan Sosial dan Emosional. 

Pada keterampilan ini meliputi kecerdasan emosional (EQ), interpersonal & komunikasi, serta kerja sama tim & kolaborasi. 

Kecerdasan emosional (EQ) sesuatu hal yang dapat memahami diri sendiri (kesadaran diri) dan empati terhadap orang lain untuk membangun hubungan positif. Banyak yang terjadi saat ini, ketika ego yang dikedepankan atau emosional yang belum stabil. Maka yang akan terjadi adalah terjadinya konflik yang berkelanjutan, ini cenderung terjadi kecanggungan antar personal. Oleh karena itu, menstabilkan emosional itu sangatlah penting dalam perjalanan kehidupan sosial. 

Interpersonal dan komunikasi merupakan tindakan berbicara, menulis, mendengarkan secara aktif, serta dapat menyelesaikan konflik secara efektif. Tindakan tersebut perlu dilakukan secara bertahap, artinya harus ada proses dalam berkomunikasi yang positif. 

Seperti halnya ketika berbicara harus menjaga etika agar jangan sampai menyakiti perasaan orang. Sejatinya lidah itu sangatlah tajam, ketika sudah keluar tidak akan bisa kembali lagi. Jika ada permasalahan yang kompleks, harus disampaikan juga dan jangan sampai dipendam. 

Ketika menulis pun, entah dalam membuat artikel atau postingan-postingan dalam media sosial harus bijak dan positif. Bukan hanya sekedar asal menulis, tetapi harus dipikirkan secara matang, pencarian referensi, dan tabayyun atau mencari kebenaran apa yang akan ditulis. Menulis pun juga jangan sampai membuat tulisan tersebut berdampak negatif. 

Kita juga harus bijak dan menghargai dalam mendengarkan ketika orang menyampaikan pendapat. Kebanyakan dari diri kita terkadang belum berhasil menghargai orang lain. Maka daripada itu, omongan kita juga jarang didengar oleh orang lain. Ada istilah yang menerangkan bahwa, "Jika ingin didengar, maka dengarkanlah terlebih dahulu. Jika ingin dihargai, maka hargailah orang lain terlebih dahulu". 

Tindakan-tindakan dari interpersonal dan komunikasi itu wajib dijalankan agar tidak terjadi konflik berkepanjangan dan dapat diselesaikan secara bermusyawarah antar personal. 

Kerja sama tim dan kolaborasi merupakan bekerja sama secara efektif, terutama dalam tim virtual dan lintas budaya. Karakter manusia itu beragam, baik dari sifat, religi, bahkan sampai budayanya pun berbeda. 


Keterampilan Adaptasi dan Pembelajaran. 

Adaptabilitas dan fleksibilitas yang seimbang dapat beradaptasi cepat terhadap perubahan teknologi dan tren baru. Pembelajaran seumur hidup (Lifelong Learning) akan terjadi jika ada kemauan dan berkemampuan untuk terus belajar, karena keterampilan itu cepat usang dan berubah. Jadi, pola pikir yang berkembang (growth mindset), tidak takut gagal, dan terbuka terhadap tantangan perlu ditetapkan dalam sugesti kita. Agar keterampilan dapat beradaptasi sesuai perkembangan zaman. 


Keterampilan Kepemimpinan dan Etika. 

Kepemimpinan adalah mampu memimpin, mengambil tanggung jawab, dan dapat menginspirasi orang lain. Sedangkan kepemimpinan yang berbasis nilai merupakan dapat memimpin dengan etika, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan. 

Pemimpin juga harus beretika dan berwibawa dalam memimpin suatu kelompok, tetapi tidak harus kaku, intinya tidak monoton. Dalam kepemimpinan harus berlandaskan dengan tujuan apa yang akan dibangun dalam kelompok tersebut. 


Keterampilan Lainnya. 

Manajemen waktu harus disesuaikan dalam mengelola aset yang paling berharga secara efektif. Diselaraskan dengan kecerdasan kontekstual yang dapat memahami nuansa dan konteks yang tidak bisa ditangkap AI, maksudnya harus peka. 


Referensi: 

Ajay Kumar, 18 Agustus 2021, 10 Essential Soft Skills That Will Become Prominent in 2030, https://www.saviom.com/. 

Sumber: Mohammad Hibatul Wafi Al Badruzzaman.

Kualitas Pendidikan Indonesia Menurut Stafsus & UPI

Berapa tahun pendidikan di Indonesia tertinggal dengan negara maju? 

Pendidikan Indonesia diperkirakan tertinggal sangat jauh, dengan beberapa perkiraan menyebutkan hingga 128 tahun untuk mengejar kualitas negara maju. Ini berdasarkan studi profesor Harvard, Lant Pritchett, yang dipublikasikan sekitar tahun 2017-2020. 

Menurut UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) terkait ketertinggalan pendidikan Indonesia disebut tertinggal signifikan dari negara maju, dengan perkiraan variatif, mulai puluhan hingga ratusan tahun. Salah satu pernyataan terkenal dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 2016 menyebutkan tertinggal 300 tahun. 

Meskipun ada juga perkiraan lain seperti 300 tahun atau 45 tahun, tergantung konteks dan metodologi. Ketertinggalan ini menunjukkan kesenjangan besar, terutama disebabkan oleh akibat masalah kualitas guru, sistem pendidikan kurikulum yang monoton, infrastruktur, serta kesenjangan ekonomi yang mempengaruhi pemerataan akses dan kualitas belajar. 


Perkiraan Tingkat Angka Ketertinggalan: 

  • 45 Tahun: Riset Bank Dunia (World Development Report) memperkirakan butuh 45 tahun untuk mengejar ketertinggalan agar setara dengan negara-negara OECD, jika sistemnya tidak berubah. 
  • 50 Tahun (Untuk Mahasiswa): Ada juga penilaian bahwa mahasiswa Indonesia tertinggal sekitar 50 tahun dari mahasiswa di negara maju. 
  • 128 Tahun (Menurut Staf Khusus (Stafsus) Presiden: Ini adalah angka yang sering disebut, merujuk pada perkiraan untuk menyamai kualitas pendidikan negara maju, khususnya di Jakarta, jika reformasi tidak dilakukan secara total. 
  • 300 Tahun (Menurut UPI): Pada tahun 2016, berita UPI melaporkan pernyataan yang menyebutkan bahwa pendidikan Indonesia tertinggal 300 tahun dibandingkan negara maju. Sebuah angka yang menyoroti jurang pemisah yang sangat dalam dan lebih ekstrim. 


Faktor Penyebab Ketertinggalan: 

Penyebab utama ketertinggalan terjadi karena beberapa faktor di antaranya sebagai berikut: 

  • Kualitas Guru dan Metode Pengajaran: Rendahnya mutu tenaga pengajar dan metode pengajaran yang belum relevan dengan perkembangan zaman menjadi hambatan. Melatih jutaan guru membutuhkan waktu sangat lama, bahkan 40 tahun hanya untuk melatih 100 ribu guru per tahunnya. 
  • Sistem dan Metode Pembelajaran: Metode yang monoton dan terjebak rutinitas menjadi hambatan besar. 
  • Kurikulum: Kurikulum yang sering berubah-ubah dan kurang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. 
  • Infrastruktur dan Akses Fasilitas: Fasilitas sarana dan prasarana pendidikan belajar yang tidak memadai, terutama ketimpangan antar daerah terpencil, serta kurangnya akses menjadi masalah besar. 
  • Kesenjangan Pemerataan: Distribusi sumber daya dan kualitas pendidikan yang tidak merata di seluruh wilayah. 
  • Hasil Survei PISA: Indonesia sering berada di peringkat bawah dalam survei PISA, ini menunjukkan kelemahan dalam kemampuan membaca, matematika, dan sains. 


Kesimpulan: 

Angka-angka ini menunjukkan kesenjangan yang sangat besar. Meskipun angkanya bervariasi, intinya adalah pendidikan Indonesia masih menghadapi tantangan struktural yang memerlukan reformasi besar-besaran dan komitmen jangka panjang untuk mengejar ketertinggalan dari negara maju, seperti yang disorot oleh Staf Khusus Presiden Belva Devara beserta data-data riset pendidikan. 

Angka-angka tersebut bukan hasil perhitungan matematis pasti, melainkan gambaran dramatis untuk menekankan betapa seriusnya masalah pendidikan di Indonesia. Baik UPI maupun pejabat terkait menggunakan angka-angka ini untuk mendorong reformasi besar-besaran demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar bisa bersaing secara global. 


Sumber: 

Berita UPI - Portal Berita Universitas, Dibanding Negara Maju, Pendidikan di Indonesia Ketinggalan 300 Tahun, https://berita.upi.edu/, 20 November 2016. 

Kompasiana, Pendidikan Indonesia Tertinggal 128 Tahun: Gagal Sistemik atau Agenda Pembodohan Terstruktur?, https://www.kompasiana.com/, 20 April 2025. 

Universitas Narotama, Kualitas Pendidikan Indonesia Disebut Tertinggal 128 Tahun dari Negara Maju, https://narotama.ac.id/, 13 Maret 2020.

Database Universitas

Database sekolah sudah dibuat, kini admin membuat data kampus di universitas negeri dan swasta. Tetapi saat ini masih belum lengkap, admin hanya ingin menampung sebagian data universitas sebagai koleksi di blog ini. Berikut informasi kumpulan data universitas: 

  1. ABA Prawira Martha. 
  2. Telkom University - Bandung, Jawa Barat. 
  3. Universitas Indraprasta PGRI. 
  4. Universitas Narotama. 
  5. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). 

Sourced.

Database Sekolah Menengah Kejuruan

Walaupun di pusat data pangkalan dinas pendidikan sudah lengkap terkait database sekolah. Tetapi admin hanya ingin menampung sebagian data sekolah sebagai koleksi di blog ini, khususnya sekolah menengah kejuruan. Berikut informasi kumpulan data sekolah menengah kejuruan: 

  1. SMK Terpadu Al-Ittihad - Cianjur. 

Sourced.

Database SMA/MA

Berikut informasi kumpulan data sekolah menengah atas dan madrasah aliyah baik negeri maupun swasta yang berada di lingkungan dinas pendidikan dan kementerian agama. 

SMA Negeri: 

  1. SMU Negeri 53 Jakarta. 

SMA Swasta: 

  1. SMA Islam Al Azhar 4 - Bekasi. 
  2. SMA Islam Al Azhar 18 - Bekasi. 
  3. SMA Kristen Berkat Duren Sawit - Jakarta. 
  4. SMA Plus Terpadu Al-Ittihad - Cianjur. 

Sourced.