Masih dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026, seharusnya kita harus jeli dalam menerima suatu informasi yang didapat dari media sosial. Jangan sampai terpancing dalam isu suatu hal, apalagi terkait informasi tentang pendidikan yang sumbernya hasil editan.
Berawal saya mendapat informasi dari grup WhatsApp pada Sabtu, 2 Mei 2026 terkait postingan media sosial TikTok tentang pendaftaran guru sekolah rakyat 2026 masih dibuka, tetapi ada yang ganjil dalam postingan tersebut. Sengaja saya tutup nama sumbernya.
Ternyata ada saja postingan yang terdapat pada salah satu media sosial, TikTok. Pada unggahan akun @rekrutmen.pgri terdapat artikel Berita Merdeka berjudul "Dibutuhkan 1.554 Guru Sekolah Rakyat, Lulus Langsung jadi ASN Dapat Tukin dan TPG", yang diposting ulang 18 jam lalu tepatnya Sabtu, 2 Mei 2026.
Yang menjadi salfok saya adalah sumber waktu pada tulisan tersebut tidak seperti biasanya. Biasanya hanya menunjukkan waktu normal, tetapi pada unggahan akun TikTok tersebut terdapat kalimat "Sampai tanggal 25 Juli 2026". Ini yang menjadi postingan absurd dan tidak sesuai dengan aslinya. Berikut isi caption postingan @rekrutmen.pgri:
"Pendaftaran Guru Sekolah Rakyat 2026 masih dibuka. Dibutuhkan 1.554 formasi untuk penempatan di 100 lokasi tahap pertama penyelenggaraan. Para guru yang lolos seleksi akan mendapatkan jabatan fungsional guru ahli pertama yang nantinya ditempatkan pada Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis dengan konsep asrama yang dirancang pemerintah, khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 serta Desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Hal ini bertujuan untuk menciptakan agen perubahan demi memutus mata rantai kemiskinan di masyarakat. Apakah guru sekolah rakyat bisa jadi ASN? Dilansir dari laman Kemensos, Selasa (28/4/2026), guru yang lulus seleksi menjadi guru Sekolah Rakyat akan diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Jabatan Fungsional (PPPK JF) di bawah naungan Kemensos. Semua guru bakal mendapatkan gaji pokok, tunjangan profesi guru (TPG), tunjangan kinerja (Tukin), serta pelatihan."
Setelah ditelusuri lebih lanjut, akhirnya saya menemukan postingan asli yang memuat kabar tersebut pada 13 Juni 2025 pukul 17.25 WIB dari kanal Berita Merdeka, berjudul "Dibutuhkan 1.554 Guru Sekolah Rakyat, Lulus Langsung jadi ASN Dapat Tukin dan TPG".
Isi dari postingan asli memang tidak berbeda, hanya saja pada akun @rekrutmen.pgri mengedit waktu postingan menjadi hal yang menyimpang. Karena mengedit waktu postingan (backdating atau mengubah stempel waktu) di media sosial dapat terjerat hukum di Indonesia, terutama jika tindakan tersebut dilakukan atas dasar niat jahat, penipuan, atau untuk menyebarkan informasi palsu (hoaks) yang merugikan pihak lain.
Memang sangat baik jikalau ingin menyebarkan informasi kembali, tetapi alangkah lebih baiknya lagi jika Anda ingin memposting ulang, sebaiknya apa adanya saja. Jangan mengedit sembarang stempel waktu, karena bisa dipidanakan. Selain itu juga, letakkan sumber yang valid.
Sumber: Wafi.



















