Proses Pendaftaran Instalasi Biznet

Rabu, 29 April 2026: Provider Teknologi

Mekanisme Pengawasan TKA 2026

Jum'at, 27 Maret 2026: Sekolah Pendidikan TKA

Pemberlakuan Contra Flow di Simpang Exit Tol Parungkuda

Selasa, 24 Maret 2026: Foto Berita Fakta

"Jiwa Aceh" Masjid Raya Baiturrahman

Senin, 23 Maret 2026: Dakwah Masjid

Stasiun Pondok Jati

Selasa, 17 Maret 2026: Tour - Travel

Kemko Sultan Ammu Siap Diorder

Sabtu, 14 Februari 2026: UMKM

Terima Kasih

TELAH TERBIASA DALAM LITERASI

Pesta Babi Kolonialisme di Zaman Kita

Yasinta Moiwend kaget ketika pada suatu pagi yang tenang di bulan Juli, sebuah kapal raksasa bersandar di dermaga kampungnya. Kapal itu mengangkut ratusan eskavator dan dikawal pasukan militer Indonesia. Itulah rombongan pertama dari 2.000 alat berat yang datang ke Papua dalam Proyek Strategis Nasional untuk produksi pangan, energi biodiesel sawit, dan bioetanol tebu. 

Perempuan suku Marind Anim ini tak pernah tahu kalau kampungnya jadi titik nol dimulainya proyek konversi hutan terbesar dalam sejarah dunia modern. Luasnya mencapai 2,5 juta hektare. 

Vinven Kwipalo dari suku Yei juga terkejut ketika tanah marganya dipatok dengan tulisan: "Tanah milik TNI AD". Belakangan ia tahu, tanah itu diambil untuk pembangunan markas batalyon militer. Padahal di saat yang sama, ia menghadapi perusahaan perkebunan tebu yang juga menyerobot hutan marganya. 

Karena wilayah adatnya juga termasuk dalam konsesi, Franky Woro dan komunitas Awyu di Boven Digoel memasang palang adat dan salib raksasa yang dicat merah untuk menghadang perusahaan dan militer. Dikenal dengan Gerakan Salib Merah, aksi ini juga dilakukan suku-suku lain. Setidaknya 1.800 salib merah telah dipasang di Papua Selatan. Meski memakai simbol agama, gerakan ini tidak selalu disukai elit gereja. 

Film dokumenter "Pesta Babi" merekam bagaimana orang-orang Marind, Yei, Awyu, dan Muyu di selatan Papua, melawan proyek biodiesel sawit dan bioetanol tebu untuk bahan bakar kendaraan. Bersamaan dengan kisah mereka, juga tergambar isu separatisme dan 60 tahun operasi militer Indonesia yang terkait dengan penguasaan wilayah dan eksploitasi alam Papua. 

Mengganbungkan detil-detil rekaman di lapangan dan riset investigatif, Pesta Babi mengungkap relasi kepentingan industri bioenergi multinasional dengan proyek politik dan pembangunan pemerintah Indonesia yang berkedok "lumbung pangan" dan "transisi energi" selama tiga periode presiden. 

Film ini juga merekam bagaimana jaringan politikus, investor, militer, dan gereja berhadapan dengan gerakan sosial masyarakat dan komunitas adat. 

* * * 

Kayu besi rawa sepanjang 17 meter ini disiapkan untuk membuat salib. Melihat panjangnya timbul pertanyaan, siapakah yang akan disalib? Siapapun itu, pasti sesuatu yang lebih besar dari mereka. 

Tapi Franky Woro, Kasimilus Awe, dan warga suku Awyu di Papua Selatan ini, takkan melukai siapapun. Mereka memakai salib ini, sebagai tanda perlawanan. 

Yang mereka lawan, memang lebih besar. Yaitu, Pemerintah Republik Indonesia. Pemerintah sedang mengincar 2,5 juta hektare hutan orang Papua, untuk proyek tanaman industri pangan dan energi. 

Ratusan kilometer dari salib orang-orang Awyu itu, orang Muyu sedang menyiapkan gerakannya sendiri. Tapi, kali ini dalam bentuk sebuah pesta. Pesta yang disiapkan oleh marga Kimko Jinipjo, selama 10 tahun. 

Sosok di marga ini, adalah Wilem Kimko. Orang asli Papua, yang tak punya kartu identitas kewarganegaraan mana pun. Pesta adat ini sudah cukup langka. Tak hanya di Papua, bahkan di kawasan Pasifik dan peradaban Melanesia. 

"Saya khawatir jangan sampai anak-anak saya dan generasi berikutnya akan terusir seperti binatang, itu yang selalu saya pikir." 

Ada gagasan dan gerakan sosial di balik pesta orang-orang Muyu ini. Sama dengan gerakan salib merah, yang dimulai orang-orang Awyu. Salib ini akan menjadi yang terbesar, dari 1.800 salib merah yang telah ditancapkan berbagai suku di Papua Selatan, dalam 10 tahun terakhir. 

Ribuan salib merah yang dipadukan dengan palang adat, adalah tanda larangan yang menyatukan unsur-unsur adat dan agama. 

"Tanah ini milik: Somu Sobu Subang Kawasan Bersejarah dan Tanah Adat Suku Awyu. Kami Masyarakat Hukum Adat Awyu Melaksanakan Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 35/PUUX/2012: Bahwa hutan ini adalah hutan adat, bukan hutan negara. Papua bukan tanah kosong. Wiha Nasohoa." 

"Kami percaya bahwa kalau memang kami sudah tidak mampu untuk menyelesaikan persoalan ini, dalam hal ini perusahaan bisa masuk berarti kami minta bantuan kepada nenek moyang dan Tuhan." 

"Atribut perang orang Awyu ini, yang diukir atau dilukis, digambar di batang salib ini, dengan tujuan bahwa kami larang dengan sangat keras. Jadi, apabila siapa pun baik dari antara kita sendiri yang melanggar batas, ataupun pihak lain yang mau mengganggu keselamatan hak tanah adat kami maka kami siap untuk melakukan perang." 

Salib-salib ini tidak ditancapkan di halaman-halaman gereja. Melainkan di tanah dan hutan adat, di dusun-dusun sagu, dan di tempat-tempat yang disakralkan. 

Sebab, 1.800 palang adat dan salib ini, memang bukan semata tentang agama. Tapi, untuk mencegah negara dan perusahaan memasuki tanah dan hutan adat mereka. 

"Papua. Bukan tanah kosong." 

Di zaman TikTok ini, kami ingin menceritakan semua ini lewat film yang pendek. Tapi kami jelas gagal. 

Disutradarai Dandhy Laksono dan Cypri Dale, Pesta Babi adalah rekaman praktik kolonialisme yang terjadi hari ini, tanpa menunggu menjadi sejarah. 

Disponsori oleh : Jubi Media - Pusaka Bentala Rakyat - Koperasi Indonesia Baru - Greenpeace Indonesia - Watchdoc - LBH Papua Merauke. 

Media YouTube: Redaksi JubiTV - Indonesia Baru - Bentala Rakyat - Greenpeace Indonesia - Watchdoc Documentary. 

* * * 

Transkrip: Moh. Hibatul Wafi ALBDZ. 

Sumber: Anita Andriany.

Hoaks / Hoax

Hoaks (hoax) adalah informasi, berita atau cerita palsu yang direkayasa sedemikian rupa agar seolah-olah benar. Tujuannya bervariasi, mulai dari sekedar lelucon hingga menciptakan kepanikan, konflik sosial, atau menjatuhkan reputasi pihak tertentu. Istilah ini sering disebut hoaks dalam KBBI (kata serapan). 

Ciri-Ciri Hoaks: 

  • Judul provokatif, seringkali menggunakan judul sensasional dan memancing emosi. 
  • Sumber tidak jelas, tidak mencantumkan narasumber atau menggunakan nama tokoh yang dicatut tanpa konfirmasi. 
  • Memicu kepanikan / kecemasan, isinya sering membuat masyarakat takut atau tidak nyaman. 
  • Perintah menyebarkan, sering menyertakan kalimat "sebarkan", "viralkan", atau "bagikan". 

Dampak Hoaks: 

  1. Sosial dan Politik : dapat memicu perpecahan, konflik, dan mengancam keamanan negara. 
  2. Ekonomi : menimbulkan kerugian materiil melalui penipuan. 
  3. Psikologis : menciptakan kepanikan massal dan pola pikir yang salah. 

Cara Menangkal Hoaks: 

  • Cek sumber : pastikan berita berasal dari media atau situs resmi. 
  • Cek fakta : verifikasi informasi melalui situs seperti Kominfo.go.id atau cekfakta.com. 
  • Jangan terburu-buru : baca secara utuh, bukan hanya judulnya. 
  • Berpikir kritis : jangan mudah percaya dengan informasi yang mencurigakan atau terlalu bombastis. 

Contoh hoaks yang sering beredar di Indonesia seringkali bertema politik, kesehatan, atau lowongan kerja palsu. 

* * * 

STICKERS. 

Dalam media sosial terdapat banyak emot, lambang atau simbol yang menggambarkan terkait "hoaks/hoax". Banyak ragam yang dibuat oleh para kreator digital dalam bentuk banner, gambar atau bentuk tulisan. 

Banner HOAX berikut merupakan hasil karya dari kreator Abdillah (Liputan6.com). Tulisan ini berwarna merah di dalam kotak polos bergaris merah. (20260506 at 20.09). 

INDEKS. 

KBBI : Kamus Besar Bahasa Indonesia. 

DAFTAR PUSTAKA. 

Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, dinsos.jatengprov.go.id, 20 Agustus 2024, ANTI HOAKS/HOAX/DISINFORMASI, diakses pada 13 Mei 2026 dari https://dinsos.jatengprov.go.id/detail_dip/anti-hoaks-hoax-disinformasi. 

PPID Kementerian Dalam Negeri, ppid.kemendagri.go.id, HOAX, diakses pada 13 Mei 2026 dari https://ppid.kemendagri.go.id/storage/dokumen/5RU7HqW7NtFkVrhyiwdUTsQdQpnLmKNkwLXzV7BH.pdf. 

Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, satpolpp.jatengprov.go.id, Sosialisasi Anti Hoax, diakses pada 13 Mei 2026 dari https://satpolpp.jatengprov.go.id/sosialisasi-anti-hoax/. 

Wikipedia, id.wikipedia.org, Berita bohong, diakses pada 13 Mei 2026 dari https://id.wikipedia.org/wiki/Berita_bohong. 

Sumber: ALBOZ.

Dikontrakkan / Disewakan Tanpa Perantara

Dikontrakkan / Disewakan Tanpa Perantara. Hubungi : 0859 2125 9666 - 0811 925 405 - 0877 8884 1978. Harga sewa per tahun Rp23.200.000,- 

Sumber: Yogi Mulyawan.

Pendaftaran PPPK Kemenag 2026 - HOAX

Selasa kemarin mendapat informasi terkait "Pendaftaran PPPK Kementerian Agama 2026 Resmi Dibuka" melalui grup WhatsApp. Memang banyak informasi perihal ini yang seliweran di media sosial, baik pada platform WhatsApp, Facebook, Threads, Instagram, dan link website yang memberitakan hal ini. 

REKRUTMEN CPNS KEMENTERIAN AGAMA 2026 RESMI DIBUKA. 

Persyaratan: 

  1. Warga Negara Indonesia (WNI). 
  2. Usia 18-45 tahun (untuk formasi umum, SMA/SMK SEDERAJAT D3, D4/S1 DAN S2). 
  3. Sehat Jasmani Rohani & Berkelakuan Baik. 
  4. Penempatan Daerah Masing-Masing Domisili Peserta. 

Namun tim Tabayyun mencoba menelusuri informasi tersebut dengan menanyakan langsung ke salah satu pejabat di Kementerian Agama. Penelusuran ini dilakukan agar tidak salah, tidak terjerumus, dan tidak memberikan harapan palsu kepada kawan-kawan yang sedang menunggu pembukaan formasi PPPK di lingkungan Kementerian Agama. 

Ternyata informasi yang beredar di media sosial tersebut adalah HOAX, kata mas Sugeng. Selain itu saya juga menemukan bahwa berita ini bukan hanya di bulan ini saja, melainkan kabar hoax sudah terjadi sejak bulan Januari 2026 lalu. 

Referensi: 

Sumber: Wafi.

Lowongan Perawat Klinik Hanan Medika

We are hiring "PERAWAT". 

Join Our Caring & Professional Team ! 

Klinik Hanan Medika. 

Requirements : 

  • Pria / Wanita. 
  • Pendidikan minimal D3 Keperawatan. 
  • Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) Aktif. 
  • Bersedia bekerja Shift. 
  • Mampu berkomunikasi dengan ramah dan baik. 
  • Mampu bekerja sama secara tim. 
  • Disiplin, teliti, dan bertanggung jawab. 
  • Mampu mengoperasikan komputer. 

Kirim Bekas ke : 

WhatsApp: KLINIK HANAN MEDIKA

Email: klinikhananmedika@gmail.com. 

Sumber : Rizki Maulinawati.