Kembali lagi instansi pendidikan dijadikan sebagai kambing hitam oleh para oknum demi kepentingan politik, oleh salah satu media televisi terkemuka di Indonesia, yakni Metro TV. Diberitakan jika Universitas Negeri Jakarta mendukung atau pro terhadap RUU TNI (Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia).
Padahal waktu itu sedang ada diskusi yang notabenenya itu kontra. Tapi digoreng sebaliknya, karena ada dua orang dosen dan mahasiswa yang diduga pro terhadap aturan ini. Jadi, yang disorot, diwawancarai yang satu mahasiswa ini, yang padahal dia itu mahasiswa non aktif, jadi gak bisa mewakili suara UNJ. Jadi tolong Metro TV itu klarifikasi.
Lagian juga ngapain sih maksain citra, kalau ada yang ngedukung peraturan itu. Kemarin Tempo dikirimin kepala pemerintah... eh kepala piggy, kalau Tempo itu tukang tipu mah nggak apa-apa. Tapi kan apa yang diliput itu sesuai dengan fakta, diyakini valid.
Artinya apa? Artinya pelakunya pun itu jijik ketika mendengar dan melihat perbuatannya sendiri. Dari sini akhirnya kita bertanya, yang kita hadapi adalah mereka yang sebenarnya nggak tahu atau mereka yang penjahat?
Belum lagi kawan-kawan kita yang berada di Bandung pun sekarang tengah dibantai, ditangkap, diseret oleh sekelompok orang yang tidak dikenal, dengan memakai sajam (senjata tajam) dan balok. Di Jakarta kemarin, kawan kita semua mendapati luka bocor kepala, patah tulang, pingsan, dan memar karena disiksa oleh aparat penegak hukum.
Hari telah berubah sejak RUU TNI disahkan, pembantaian dimana-mana. Maka kami tak beralasan untuk diam! Harap laporkan sudut kota mana lagi yang dijadikan perang kota oleh aparat hukum, yang seharusnya mengayomi malah sebaliknya sebagai pembantai.
Minggu, 23 Maret 2025 - Admin menemukan beberapa artikel yang terdapat dalam salah satu platform media sosial, Instagram. Mungkin sangat menarik untuk dibahas dalam postingan blog ini. Pertama, terkait psikologi yang menyebutkan ciri guru tak layak dijadikan seorang pemimpin. Kedua, barang bukti narkoba sabu hanya dimusnahkan sebagian. Dan yang terakhir adalah terkait sebuah maha karya dalam bentuk fotografi.
Psikologi menyebutkan ciri guru tak layak dijadikan sebagai seorang pemimpin sebagai berikut:
1. Kurangnya Empati terhadap Murid dan Rekan Kerja.
Menganggap murid dan rekan kerja hanya sebagai angka, bukan individu dengan kebutuhan dan perasaan. Tak peduli apakah murid atau guru lain mengalami kesulitan dalam belajar atau mengajar. Tidak bisa memahami perspektif orang lain, sehingga sering mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan dampaknya.
2. Tidak Bisa Mengontrol Emosi.
Mudah marah atau frustasi ketika menghadapi tantangan. Sering menyalahkan orang lain, baik murid maupun rekan kerja atas kesalahan yang terjadi. Menggunakan emosi negatif sebagai alat kontrol, seperti membentak dan mengancam.
3. Tidak Bisa Berkomunikasi dengan Baik.
Sulit menyampaikan pesan dengan jelas kepada guru lain, murid, atau orang tua. Kaku tanpa suka diskusi.
4. Sulit Beradaptasi dengan Perubahan.
Menolak metode baru, tak mau belajar teknologi atau inovasi, serta menolak saran atau kritik.
5. Terlalu Otoriter dan Tidak Fleksibel.
Selalu ingin segala sesuatu berjalan sesuai keinginannya tanpa memberi ruang diskusi. Tidak mendengarkan aspirasi guru lain, dan suka kontrol penuh.
6. Tidak Bisa Mengambil Keputusan dengan Bijak.
Selalu ragu-ragu, menunda, tanpa analisis mendalam. Takut mengambil resiko, sehingga sulit membawa perubahan baik.
7. Tidak Mampu Memberikan Motivasi.
Tidak bisa menginspirasi guru lain atau murid berkembang. Kurang semangat mengajar atau memimpin, berdampak pada lingkungan sekitar. Lebih fokus pada tugas administratif daripada membangun semangat dan visi pendidikan.
8. Tidak Adil dan Cenderung Pilih Kasih.
Memberikan perlakuan berbeda kepada guru atau murid yang berdasarkan kedekatan, bukan berdasarkan kinerja atau kebutuhan. Tidak objektif, berpihak dalam konflik, dan menimbulkan ketidakadilan.
9. Tidak Bisa Mengelola Konflik dengan Baik.
Menghindari konflik tanpa solusi, dan tidak mampu menjadi mediator.
10. Egois dan Mementingkan Diri Sendiri.
Lebih fokus pencapaian pribadi, serta enggan support atau membimbing guru lain untuk berkembang.
by: kang_leeman.
Jika ciri-ciri negatif tersebut masih bisa diloloskan menjadi seorang pemimpin atau biasa kita sebut sebagai kepala sekolah, maka akan berdampak buruk bagi generasi bangsa masa mendatang. Generasi berikutnya pasti akan menghasilkan para kriminal seperti bandar narkoba ataupun para oknum di pemerintahan.
Seperti yang dilansir putra_kelana378 dalam sebuah video yang memperlihatkan seorang pria memakai baju orange sedang diwawancarai tengah beredar di media sosial. Dalam video yang beredar pada 26 Mei 2024 juga nampak ditampilkan aparat sedang memusnahkan barang bukti. Ketika diwawancarai, pria yang diduga sebagai pengedar merasa barang bukti narkoba terdapat 8 kilogram, tetapi yang dimusnahkan hanya 3 kilogram saja.
Hal tersebut merupakan contoh hasil dari sebuah pendidikan yang bobrok. Jika dari segi pendidikannya saja sudah terdapat racun, maka sudah dipastikan generasi mendatang pasti tidak akan selamat dan akhlak kepribadian pun akan hancur.
Sampai akhirnya di zaman Indonesia yang gelap terciptalah bentrokan antar individu.
Alhamdulillaah Baarakallaah, bertuliskan kaligrafi berwarna cokelat keemasan, dengan garisan putih pinggirannya. (20 Maret 2025).
Kalimat yang bertuliskan Alhamdulillaah berwarna yang dilengkapi dengan ornamen. (20 Maret 2025).
Perpaduan gambar "Alhamdulillah dengan hiasan bunga". Anak kecil memakai kerudung yang menggambarkan sedang mengucapkan "Alhamdulillah". Tulisan Arab yang bertuliskan "Alhamdulillaah Barakallaah Fiikum". Yang terakhir adalah masih sama tulisan berbahasa Arab kaligrafi "Alhamdulillaah Barakallaah" berwarna emas kecokelatan. (Rabu, 27 Oktober 2021 at 23.56 WIB).
Kaligrafi Aamiinnn yaa robbal 'aalamiinnn, yang berlatar belakang warna hijau dengan tulisan merah yang disertai setangkai bunga mawar menjadikan tidak monoton dan romantis. (20 Maret 2025 at 6.26).
Dengan mengadahkan tangan ke atas dengan tulisan aamiin.. ya robal alamin.. (27 Februari 2025).
Teman yang baik, tidak menghakimi, teman yang baik tidak menyudutkan, dan teman yang baik membantu kita mengenal siapa kita sesungguhnya. Belajarlah menjadi fase terbaik dari diri sendiri, karena sesungguhnya kita tidak butuh yang sempurna untuk bisa bahagia.
* * *
Sebenarnya saya ingin mencari film yang ingin ditonton yang berjudul "The Imperfects", film genre action Hollywood. Tapi entah kenapa algoritma mengarahkan ke film Indonesia yang berjudul hampir sama dengan sebelumnya. Akhirnya saya coba untuk menontonnya karena penasaran juga, judulnya "IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan".
Film ini menurut saya sangat inspiratif bagi para wanita yang suka merasa minder, insecure, dan ngerasa yang serba negatif menurut pikirannya. Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan, atau hanya Imperfect yang artinya "tidak sempurna, adalah film drama percintaan Indonesia tahun 2019 yang disutradarai oleh Ernest Prakasa dan dialihwahanakan dari novel Imperfect: A Journey to Self-Acceptance karya Meira Anastasia, istri Ernest sendiri.
Film ini dibintangi Jessica Mila dan Reza Rahadian. Film ini ditayangkan pada 19 Desember 2019. Film ini mendapatkan sambutan yang positif baik dari kalangan penonton maupun pengkritik. Film ini juga ditayangkan di Netflix pada 9 Juli 2020 dan di Disney+ Hotstar pada tanggal 21 Januari 2022.
Jika penasaran ingin menontonnya, dijamin para wanita di bumi ini tidak akan menyesal setelah menonton film ini. Berikut saya kasih linknya: Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan.