Proses Pendaftaran Instalasi Biznet

Rabu, 29 April 2026: Provider Teknologi

Mekanisme Pengawasan TKA 2026

Jum'at, 27 Maret 2026: Sekolah Pendidikan TKA

Pemberlakuan Contra Flow di Simpang Exit Tol Parungkuda

Selasa, 24 Maret 2026: Foto Berita Fakta

"Jiwa Aceh" Masjid Raya Baiturrahman

Senin, 23 Maret 2026: Dakwah Masjid

Stasiun Pondok Jati

Selasa, 17 Maret 2026: Tour - Travel

Kemko Sultan Ammu Siap Diorder

Sabtu, 14 Februari 2026: UMKM

Terima Kasih

TELAH TERBIASA DALAM LITERASI

Silahkan Masukan Ke Panti

Oleh Dede Supriyatna*

Siapa yang mau masuk ke panti? Mungkin bagi orang-orang yang selama ini, asik dengan jalanan pun enggan. Sebagaimana penuturannya terhadap Panti tersebut, seorang anak yang berumur 10 tahun, dengan perawakan yang mungil kudapati di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Ia berkisah tentang saat ia berada di dalam panti tersebut, karena merasa tak nyaman ia pun lari. Seandainya saja di Panti tempatnya enak, saya mau tinggal di Panti.

Waktu itu, saya kena rajia, dan bersama teman-teman kena rajia. Banyak yang kena rajia, satu mobil penuh. Setelah dirajia saya dan teman-teman dimasukin di panti, kalau teman-teman saya ditebus akhirnya mereka bebas, sedangkan saya kabur dari Panti. 

Kalau kena rajia lagi, saya akan kabur. Dari pada lari pas rajia, pasti dikekar dan bisa dipukul juga. Lalu ia pun melanjutkan kata-katanya, dia juga kena rajia sambil menunjuk gerombolan anak-anak sepantarannya berada di Bundaran HI, kepada salah satu dari mereka memegang gitar kecil. Anak yang ditunjuk hanya tersenyum, kalau dia ditebus. 

Ia langkahkan kakinya menuju anak yang memenggan gitar yang berjarak tiga atau empat langkah darinya, ia pun langsung mainkan sambil berujar kembali “Sejujur, saya juga malas berada di sini, enakan di rumah tidur.” Waktu memang telah menunjukan tengah malam. 

Pandangannya mengarah pada 3 warna lampu dengan satu tiang menancap pada samping jalan raya, agar lampu tersebut berdiri kokoh. Dan secara tiba-tiba ia berlari tatkala sebuah warna merah menyala, ia pun akan hampiri deretan mobil-mobil mengkilap berhenti. [Baca Selengkapnya]

*Sumber: Warta Angkringanwarta.

Open Recruitment Anggota KOPMA UIN Syarif Hidayatullah


Sekilas tentang KOPMA:
UKM KOPMA adalah suatu Unit Kegiatan Mahasiswa bidang Koperasi. Dan kini telah dibuka pendaftaran baru Anggota KOPMA untuk Triwulan II periode 2012/2013.

OPEN RECRUITMENT
ANGGOTA KOPERASI MAHASISWA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
COOPERATIVE-ENTREPRENEURSHIP MOVEMENT AND EDUCATION

2% Adalah Jumlah Minimal ENTREPRENEURSHIP yang Dibutuhkan Sebuah Negara untuk Mencapai Kemakmuran – David Mc. Clelland

Persyaratan:
  1. Semua mahasiswa aktif dari seluruh Fakultas dan Jurusan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
  2. Memiliki keinginan untuk mengenal, belajar, dan ikut dalam Gerakan KOPERASI dan KEWIRAUSAHAAN.
  3. Telah memiliki bisnis atau memiliki hasrat dan minat dalam kewirausahaan serta siap dikelompokkan dalam Kelompok Bisnis Bentukan KOPMA UIN SYAHID JAKARTA.
  4. Melengkapi berkas dan kepentingan administratif lainnya dan mengikuti segala rangkaian Open Recruitment Anggota KOPMA UIN SYAHID JAKARTA.
Alur Penerimaan Anggota:
  1. Pendaftaran Calon Anggota.
  2. Wawancara Calon Anggota.
Agenda:
  • 14 s/d 30 May 2012 : Sesi Pendaftaran
  • 24 s/d 08 Juni 2012 : Wawancara
  • 09 Juni 2012 : Pembentukan dan Mentoring Kelompok Bisnis
  • Coming Soon : KOPMA EXPO.
Keterangan:
  1. Uang Simpanan Anggota Rp 20.000,- (dapat diangsur).
  2. Seluruh rangkaian kegiatan wajib diikuti oleh Calon Anggota.
  3. Pendaftaran dilakukan @ Sekretariat KOPMA UIN SYAHID JAKARTA, Student Centre Lt. 1 Depan Parkiran SC.
Contact:
  • Yordan : 089661211062
  • Rima : 083893865684

Habiskan Malam Di Angkringan

Oleh Dede Supriyatna*

Kata angkringan, merupakan sebuah warung yang menjajakan makanan seperti, nasi kucing, sate kulit, sate ayam, sate usus, sate telur, sate bakso. Dan juga berserta minumannya yang terdiri dari es teh, es jeruk, dan wedangan yang dapat menghangatkan tubuh, yakni susu jahe.

Dan adapun untuk menu nasi kucing ini yang mungkin sedikit aneh, sebuah menu berupa nasi dengan lauknya, dan ditambah sambal berada dalam satu bungkus, bungkusan pun dapat berupa daun pisang, atau pembungkus lain. Lalu kenapa nasi kucing, ada orang yang mengatakan namanya nasi kucing, hal ini disebabkan porsi nasi tersebut, yakni seukuran dengan porsi makanan kucing.

Sebuah makanan yang sederhana, sesederhana tempat untuk menjajakan makanan dan tempat para pembeli, tak perlu sebuah ruangan yang besar, atau hal-hal yang wah, hanya diperlukan sebuah gerobak yang di naungi oleh tenda. Lalu di samping gerebak tersebut terdapat kain yang menutupnya, sedangkan untuk menerangi gerobak tersebuk digunakan senter.

Mereka, para pembeli dapat menikmati makanan tersebut di dalam tenda, atau pun di luar gerobak dengan berduduk beralaskan tikar, atau hal yang lain. Untuk kata angkringan sendiri merupakan kata berasal dari daerah Jawa Tengah, lebih khusunya, yakni daerah Yogyakarta dan sekitarnya, dan di daerah Solo juga terdapat angkringan. Namun kini, untuk menikmati hidangan tersebut tak perlu ke daearah asalnya. Sebab keberadaannya telah merambat di kota-kota besar, seperti halnya yang terletak tak jauh dari pertigaan Gintung. Jika dari arah Lebak Bulus maka akan melewati pertigaan tersebut, dan .... [Baca Selengkapnya]

Hagakure

Oleh Yamamoto Tsunetomo*

Buku Hagakure merupakan buku yang menceritakan The Wisdom of Samurai yang artinya "Kebijaksanaan Samurai". Inti dari buku ini adalah pintu masuk untuk memahami pemikiran dan filsafat hidup kaum samurai, yang mengandung banyak kebijaksanaan dan pengetahuan yang dapat direnungkan, sekaligus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

*Beliau adalah penulis buku HAGAKURE. 

Diterbitkan oleh onCor (semesta ilmu)
Jl. Merdeka Timur, Perum Griya Kencana, Blok AC/14, Depok 16417
Telp. Redaksi: 085658929767
Telp. Marketing: 085717718526
Email: oncorsemesta@gmail.com

LTMNU Mengadakan Mudik Gratis

Oleh Abdullah*

Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) untuk pertama kalinya mengadakan program mudik gratis. Ini merupakan upaya NU supaya lebih dekat dengan warganya melalui program-program yang langsung dirasakan. Sosialisasi pun dilakukan melalui internet, spanduk, dan dari mulut ke mulut. Yang jadi sasaran khusus adalah pesantren-pesantren NU yang ada di Jakarta, seperti di Ciganjur, Assafiiyah dan banom-banom NU. Hingga Senin, (22/08) jumlahnya sekira 1200 orang.

Menurut KH. Abdul Manan, ketua LTMNU, tujuan mudik gratis LTMNU ini adalah untuk meringankan pemudik yang rata-rata warga nahdliyin dalam merayakan hari raya Idul Fitri 1432 H di kampung masing-masing.

Dan ongkos bus yang biasa digunakan untuk membeli tiket, dapat digunakan untuk membelikan oleh-oleh untuk keluarga yang telah menunggu kampung,” tambah Manan saat ditemui di Gedung PBNU lantai 4, (23/08) pukul 15.00 Wib.

Pihak LTMNU sendiri telah bekerjasama dengan berbagai pihak sehingga dapat menyiapkan 25 bus. Masing-masing bus bisa menampung 50 orang. Rencananya bus akan berangkat serentak tanggal 25 Agustus. [Baca Selengkapnya]