Rela Menjadi Dungu

Aku selalu bangga pada isi kepala ini, 

pada tembok rasional yang kubangun setinggi langit, 

tempat aku mengamati dunia dengan fakta dan bukti. 

Namun di hadapanmu, pondasi itu runtuh tanpa permisi. 


Aku benci bagaimana cinta membuatku sekecil ini. 

Seperti lelucon yang tak lucu. 

Aku marah pada diriku yang rela menjadi dungu, 

hanya demi sisa-sisa hangat yang kau tinggalkan di pintu. 


by Hamallaera.

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya di blog kami.