Dana Cicil

Jum'at, 16 Januari 2026 - Finance

Sidang Terbuka Atas Promosi Doktor Dede Mardiyah

Senin, 22 Desember 2025 - Sosok Kampus Pendidikan

Kokurikuler 2025

Sabtu, 6 Desember 2025 - Pendidikan

SUITS

Selasa, 2 Desember 2025 - Film

Webinar Daring HUT Ke-54 KORPRI

Senin, 1 Desember 2025 - Events

Langkah-Langkah Aktivasi Akun Coretax DJP

Minggu, 30 November 2025 - Ekonomi Pajak

Paket Al-Qur'an Yang Terseret

Rabu, 26 November 2025 - Berita Fakta

Terima Kasih

Minggu, 23 November 2025 - Sticker

Kagenou in The Eminence in Shadow

Selama ini admin penasaran tentang inisial 'Kagenou' itu apa sih? Apakah sebuah nama karakter pada film anime? Atau karakter pada sebuah game? Atau sebuah akronim dari suatu hal? Daripada menjadi penasaran oleh kata tersebut, akhirnya admin mencoba mencari tahu terkait "Kagenou". 

Kagenou merupakan nama panggilan tokoh fiktif "Cid Kagenou" yang diperankan oleh Seiichiro Yamashita. Yamashita sendiri kelahiran 21 Mei 1992 (33 tahun), yang mana dia adalah pengisi suara Jepang dari Fukuyama, Hiroshima. Dia berafiliasi dengan Office Osawa. 

Peranan utamanya sudah banyak yang dijadikan sebagai mahakarya luar biasa sejak tahun 2012 sampai sekarang. Pada mulanya, dia ingin menjadi seorang aktor, tetapi karena dia berasal dari wilayah Hiroshima, di sana tidak ada uji bakat dan dia tidak berada dalam lingkungan di mana dia boleh pindah ke Tokyo. 

Selepas lulus dari sekolah menengah, dia mulai mendapatkan banyak relasi dan kawan, terlibat secara mendalam dalam anime dan manga. Dia berpendapat bahwa kerjanya sebagai aktor pengisi suara mungkin menarik, yang menyebabkan dia sangat bergairah untuk menjadi aktor pengisi suara. 

Salah satu mahakaryanya adalah menjadi Cid Kagenou pada film anime "The Eminence in Shadow", dengan karakter utama seorang pemuda ramping bertubuh atletis, berambut hitam pendek, dan bermata hitam. Fitur wajahnya biasa saja, tanpa kesan yang mudah terpengaruh. Judul Jepang-nya adalah "Kage no Jitsuryokusha ni Naritakute!" 

Sebuah serial fantasi isekai di mana dia bereinkarnasi dan menjalankan fantasi menjadi dalang bayangan yang keren, tanpa menyadari bahwa fantasi "chunibyou"-nya menjadi kenyataan. Karakter Cid Kagenou selain merupakan protagonis yang ingin menjadi seorang dalang yang beroperasi di balik layar, dia juga seorang pemimpin sekaligus pendiri organisasi Shadow Garden. 

Cid Kagenou adalah seorang pejuang yang sangat kuat, karena pelatihan seumur hidup dalam seni bela diri yang dikombinasikan dengan keahliannya dalam sihir. 

Referensi: 

Wikipedia Ensiklopedia Bebas, Seiichiro Yamashita28 Mei 2025 pukul 05.13 WIB. 

Sumber: Wafi Alboz.

Khitanan Massal by Ponpes HIC Burangkeng

Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh, ada kabar gembira nih teruntuk anak-anak sholih yang belum di khitan (sunat). Pondok Pesantren Hafidz Indonesia Centre (HIC) akan mengadakan "KHITANAN MASSAL", yang akan dilaksanakan pada 27 Desember 2025, bertempat di Pondok Pesantren HIC. 

KUOTA TERBATAS: 100 PESERTA SAJA..!!! 

GRATIS & Dapat Bingkisan Menarik!! 

Syarat Pendaftaran: 

  1. Membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK). 
  2. Usia anak 4 - 12 tahun. 
  3. Datang bersama orang tua / wali. 

Fasilitas: 

  • Tenaga medis profesional. 
  • Obat & perawatan awal. 
  • Bingkisan. 

Ayo daftarkan segera, kuota terbatas! 

Info & Pendaftaran: 

Hubungi 0896 - 8745 - 7171 (Admin HIC). 

Alamat Pondok Pesantren Hafidz Indonesia Centre: 

Bersama HIC, sehat dan berkah sejak dini. 

Sumber: Ustadz Bahruddin.

Unsur Penilaian Prestasi Kerja Bagi KKI TA. 2026

Bulan ini merupakan bulan penghujung tahun 2025, dimana bulan sibuk bagi pegawai kontrak di pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Setiap tahunnya Kontrak Kerja Individu (KKI) selalu diperbaharui. Lembar per lembar dokumen berkas harus dipersiapkan secara rinci, demi memenuhi persyaratan yang diberikan oleh pemerintah. 

Salah satunya adalah penilaian prestasi kerja yang diperuntukkan rekruitmen KKI Tahun Ajaran 2025. Ini menjadi salah satu yang dibuat untuk mengetahui sejauh mana Pemprov mengetahui hasil kinerja pegawainya selama satu tahun terakhir. Rentang range nilai adalah antara 0 - 100 poin, hasil penilaiannya diambil dari rata-rata unsur yang terjawab, antara Ya atau Tidak. 

Adapun unsur-unsur penilaian yang dijadikan acuan bagi pemerintah terhadap calon pegawai kontrak di bidang pendidikan, sebagai berikut: 

  1. Disiplin kehadiran. 
  2. Tanggung jawab penyelesaian pekerjaan. 
  3. Kepatuhan terhadap kewajiban dan larangan. 

A. Disiplin Kehadiran. 

  1. Ketepatan Waktu Datang: Datang sesuai jam kerja / jam pelajaran; Tidak terlambat tanpa alasan yang jelas; Konsisten hadir tepat waktu setiap hari. 
  2. Ketepatan Waktu Pulang: Pulang sesuai jam kerja; Tidak meninggalkan tempat tugas sebelum waktu yang ditetapkan; Tidak sering meminta izin pulang awal tanpa kebutuhan jelas. 
  3. Ketepatan Waktu Kembali dari Istirahat: Kembali tepat waktu setelah waktu istirahat (siang / shalat); Tidak melebihi batas waktu yang ditentukan; Tidak melakukan kegiatan pribadi yang memperpanjang waktu istirahat. 
  4. Keteraturan Kehadiran: Hadir secara konsisten sesuai jadwal; Tidak sering absen tanpa informasi; Tidak meninggalkan tugas pada jam kerja tanpa izin. 
  5. Kepatuhan Terhadap Prosedur Izin: Mengajukan izin sesuai prosedur (tertulis, lisan, atau aplikasi); Menyertakan alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan; Tidak menyalahgunakan izin (sakit, urusan pribadi, dinas). 
  6. Ketetapan Laporan Kehadiran: Mengisi absensi dengan benar, jujur, dan tepat waktu; Tidak menitip absen pada orang lain; Tidak memanipulasi data kehadiran. 
  7. Tanggung Jawab pada Jadwal Tugas: Hadir tepat waktu saat jadwal rapat, kegiatan sekolah, atau pembelajaran; Tidak terlambat dalam penugasan khusus (piketan, jaga upacara, dan lain-lain); Siap hadir mendadak bila dibutuhkan (jika terkait tugas dinas). 
  8. Konsistensi Disiplin: Menunjukkan pola disiplin kehadiran yang stabil sepanjang periode penilaian; Tidak ada catatan pelanggaran berarti; Mampu mempertahankan kedisiplinan dalam situasi padat atau tekanan kerja. 

B. Tanggung Jawab Penyelesaian Pekerjaan. 

  1. Ketepatan Waktu Penyelesaian Tugas: Menyelesaikan tugas sesuai jadwal yang ditetapkan; Tidak menunda pekerjaan tanpa alasan; Mampu mengatur prioritas tugas. 
  2. Kualitas Hasil Pekerjaan: Hasil pekerjaan rapi, akurat, dan memenuhi standar mutu; Minim kesalahan sehingga tidak perlu revisi berulang; Tepat guna dan dapat dipertanggungjawabkan. 
  3. Konsistensi dalam Menyelesaikan Tugas: Menuntaskan setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya; Tidak meninggalkan pekerjaan setengah jadi; Konsisten menjaga standar kinerja di setiap pekerjaan. 
  4. Kemandirian dalam Bekerja: Mampu bekerja tanpa harus terus diawasi; Inisiatif mencari solusi ketika menghadapi kendala; Tidak bergantung pada orang lain untuk menyelesaikan tugas pokok. 
  5. Kepatuhan Terhadap SOP dan Instruksi: Menyelesaikan pekerjaan sesuai prosedur; Memenuhi instruksi pimpinan dengan tepat; Tidak melakukan pekerjaan di luar ketentuan tanpa persetujuan. 
  6. Tanggung Jawab Atas Kesalahan: Mengakui dan memperbaiki kesalahan dengan cepat; Tidak menyalahkan pihak lain atas kelalaian sendiri; Berkomitmen melakukan perbaikan agar tidak terulang. 
  7. Kemampuan Mengelola Hambatan: Mampu mengidentifikasi risiko dan menyiapkan alternatif solusi; Tetap bekerja meski ada kendala teknis atau non-teknis; Berkomunikasi tepat waktu ketika ada hambatan yang membutuhkan dukungan. 
  8. Keandalan dan Kepercayaan: Dapat diandalkan untuk menyelesaikan tugas penting; Menjaga integritas pekerjaan (data valid, laporan jujur); Mendapat kepercayaan dari atasan dan rekan kerja dalam penugasan. 

C. Kepatuhan Terhadap Kewajiban dan Larangan. 

  • Indikator Kepatuhan Terhadap Kewajiban: Kehadiran tepat waktu; Pelaksanaan tugas sesuai SOP; Penggunaan waktu kerja secara efektif; Kedisiplinan dalam administrasi; Penggunaan aset dan fasilitas instansi; Kepatuhan terhadap pimpinan; Menjaga integritas. 
  • Indikator Kepatuhan Terhadap Larangan: Tidak melakukan tindakan indisipliner; Tidak melakukan penyalahgunaan wewenang; Tidak melakukan perilaku tidak etis; Tidak melakukan pelanggaran administratif; Tidak menggunakan fasilitas instansi untuk kepentingan pribadi; Tidak menyalahgunakan teknologi informasi; Tidak melakukan pelanggaran hukum. 
Indikator Kepatuhan Terhadap Kewajiban: 

  1. Kehadiran Tepat Waktu: Datang sesuai jadwal kerja; Tidak sering terlambat tanpa alasan; Mematuhi jam istirahat yang ditetapkan. 
  2. Pelaksanaan Tugas Sesuai SOP: Mengikuti prosedur kerja dan peraturan sekolah / instansi; Bekerja sesuai standar mutu yang ditentukan; Menyelesaikan tugas administrasi tepat waktu. 
  3. Penggunaan Waktu Kerja Secara Efektif: Tidak meninggalkan tugas tanpa izin; Fokus bekerja selama jam kerja; Tidak menyalahgunakan waktu kerja untuk kegiatan pribadi. 
  4. Kedisiplinan dalam Administrasi: Menyusun laporan tepat waktu; Mengisi dokumen resmi sesuai ketentuan; Memenuhi tenggat pekerjaan. 
  5. Penggunaan Aset dan Fasilitas Instansi: Menggunakan sarana sesuai peruntukkan; Menjaga kebersihan dan keamanan fasilitas; Tidak membawa pulang barang inventaris tanpa izin. 
  6. Kepatuhan Terhadap Pimpinan: Melaksanakan instruksi atasan dengan baik; Melaporkan pekerjaan / setiap masalah sesuai alur; Bersikap kooperatif terhadap supervisi. 
  7. Menjaga Integritas: Tidak menerima gratifikasi; Bekerja jujur dan bertanggung jawab; Menjaga kerahasiaan data dan dokumen instansi. 

Indikator Kepatuhan Terhadap Larangan: 

  1. Tidak Melakukan Tindakan Indisipliner: Tidak mangkir kerja; Tidak pulang sebelum waktunya tanpa izin; Tidak sering izin tanpa alasan kuat. 
  2. Tidak Melakukan Penyalahgunaan Wewenang: Tidak memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi; Tidak melakukan diskriminasi atau intimidasi. 
  3. Tidak Melakukan Perilaku Tidak Etis: Tidak berperilaku kasar terhadap rekan kerja, peserta didik, atau publik; Tidak membuat suasana kerja tidak kondusif. 
  4. Tidak Melakukan Pelanggaran Administratif: Tidak memalsukan data, laporan, atau dokumen; Tidak lalai dalam pengelolaan arsip. 
  5. Tidak Menggunakan Fasilitas Instansi untuk Kepentingan Pribadi: Tidak memakai kendaraan, alat kantor, atau barang inventaris untuk kepentingan pribadi; Tidak merusak atau mengabaikan perawatan fasilitas. 
  6. Tidak Menyalahgunakan Teknologi Informasi: Tidak mengakses situs terlarang saat bekerja; Tidak membocorkan data atau informasi sekolah / instansi. 
  7. Tidak Melakukan Pelanggaran Hukum: Tidak melakukan tindak pidana / perbuatan yang mencoreng integritas; Tidak melakukan perbuatan yang menjatuhkan martabat profesi. 

Sumber: Ammad.

Karakter Gen Z

Kita pasti mengenal dengan istilah "Gen Z". Yups... Gen Z yang dimaksud adalah generasi dengan rentang usia kelahiran tahun 1997 sampai dengan 2012. Sebagian besar Gen Z memiliki karakter seperti pada umumnya, namun yang menjadi perbedaan secara umum adalah lemahnya iman dan taqwa. Berikut karakter yang dimiliki oleh Gen Z: 

  1. Visual. 
  2. Negotiable. 
  3. Simple dan praktis. 
  4. Orang yang rentang memorinya pendek: 8 detik sampai 15 menit. 
  5. Suka option (pilihan). Butuh perbedaan dari jaman yang dulu. 
  6. Digitalnative: ahli dalam bidang IT. 
  7. Chalanging (suka tantangan). 
  8. Lemah adab, lemah moral, lemah etika, dan lemah sopan santun. 

Banyak guru yang belum mengenal muridnya, banyak orangtua yang belum mengenal anaknya, banyak anak yang belum mengenal dirinya. 

Kalau ditanya pilih opsi yang mana dalam menghadapi anak, saya pribadi lebih memilih opsi yang kedua yakni "Negotiable", dikarenakan semua hal anak jaman sekarang tidak bisa langsung menjaga adab. Konsep saya pribadi ketika menegoisasikan terhadap mereka apa yang akan terjadi di masa mendatang merupakan hal yang akan berefek sebuah penyesalan

Karena apa? Karena pada dasarnya pola pikir mereka saja sudah selalu instan, kecuali gen z petarung (fighter), mereka paham akan proses. Namun berbeda dengan anak gen z yang sifat ekonominya sudah terpenuhi oleh orang tuanya, kebanyakan dari mereka bersikap lemah adab terhadap orang tuanya dan dipastikan juga maunya serba instan

Tetapi kembali lagi pada masing-masing individu anak. Ada yang bisa dinasehati, ada juga yang tidak bisa dinasehati. Artinya mereka kerap masih mengedepankan ego, mungkin karena masih berada di fase puberitas. 

Sebenarnya ketika orang yang berdomisili di Timur Tengah ingin menuju kota Makkah juga perlu biaya, seperti biaya transportasi, biaya akomodasi, dan biaya hal tak terduga lainnya. Semuanya gak ada yang gratis bung, semua butuh proses dan tidak ada yang instan bagaikan memutarbalikkan telapak tangan.... HIDUP ADALAH PILIHAN. Semua pilihan hidup pasti ada risikonya. 

Saya berharap kepada Allah SWT, agar mereka selalu dapat memilah mana yang baik, dan mana yang buruk. Jika mereka memilih ambil sikap yang buruk, saya pastikan akan ada risiko dan penyesalan di kemudian hari. Tetap selalu berusaha untuk berbuat baik terhadap apapun, siapapun, dan dimanapun kalian berada. 

Sumber: Mohammad Hibatul Wafi Al Badruzzaman.

Gen Z Harus Paham Soft Skill Ini !

Soft skill merupakan kemampuan yang sangat penting juga untuk melengkapi keterampilan teknis (hard skill), serta menghadapi dunia yang semakin otomatis dan beragam. Soft skill yang sangat dibutuhkan agar dapat sukses pada tahun 2030 mendatang sebagai berikut: 

  1. Kecerdasan emosional dan sosial (seperti empati, resolusi konflik). 
  2. Berpikir kritis dan pemecahan masalah kompleks. 
  3. Kreativitas dan inovasi. 
  4. Adaptabilitas dan pembelajaran seumur hidup. 
  5. Komunikasi efektif (termasuk menulis). 
  6. Kepemimpinan berbasis nilai. 
  7. Kemampuan kolaborasi (terutama virtual / antarbudaya). 


Keterampilan Kognitif dan Kreatif. 

Berpikir kritis & analitis; kreativitas & inovasi; serta pemecahan masalah kompleks merupakan bagian dari keterampilan kognitif dan kreatif. 

Berpikir kritis dan analitis merupakan kegiatan berupa menganalisis informasi, memilah data, dan membuat keputusan logis di era banjir informasi secara digitalisasi saat ini. 

Kreativitas dan inovasi adalah menghasilkan ide unik dan solusi baru yang tidak bisa digantikan oleh mesin. Karena pada dasarnya ide yang diciptakan tersebut, termasuk hasil pemikiran yang murni dan tidak dapat dialgoritmakan secara matematis. 

Yang terakhir adalah pemecahan masalah kompleks yang harus mampu mengatasi tantangan global yang semakin rumit. Jika masalah-masalah kompleks tidak dapat ditangani secara baik, tentu saja akan mengakibatkan hal yang fatal. 


Keterampilan Sosial dan Emosional. 

Pada keterampilan ini meliputi kecerdasan emosional (EQ), interpersonal & komunikasi, serta kerja sama tim & kolaborasi. 

Kecerdasan emosional (EQ) sesuatu hal yang dapat memahami diri sendiri (kesadaran diri) dan empati terhadap orang lain untuk membangun hubungan positif. Banyak yang terjadi saat ini, ketika ego yang dikedepankan atau emosional yang belum stabil. Maka yang akan terjadi adalah terjadinya konflik yang berkelanjutan, ini cenderung terjadi kecanggungan antar personal. Oleh karena itu, menstabilkan emosional itu sangatlah penting dalam perjalanan kehidupan sosial. 

Interpersonal dan komunikasi merupakan tindakan berbicara, menulis, mendengarkan secara aktif, serta dapat menyelesaikan konflik secara efektif. Tindakan tersebut perlu dilakukan secara bertahap, artinya harus ada proses dalam berkomunikasi yang positif. 

Seperti halnya ketika berbicara harus menjaga etika agar jangan sampai menyakiti perasaan orang. Sejatinya lidah itu sangatlah tajam, ketika sudah keluar tidak akan bisa kembali lagi. Jika ada permasalahan yang kompleks, harus disampaikan juga dan jangan sampai dipendam. 

Ketika menulis pun, entah dalam membuat artikel atau postingan-postingan dalam media sosial harus bijak dan positif. Bukan hanya sekedar asal menulis, tetapi harus dipikirkan secara matang, pencarian referensi, dan tabayyun atau mencari kebenaran apa yang akan ditulis. Menulis pun juga jangan sampai membuat tulisan tersebut berdampak negatif. 

Kita juga harus bijak dan menghargai dalam mendengarkan ketika orang menyampaikan pendapat. Kebanyakan dari diri kita terkadang belum berhasil menghargai orang lain. Maka daripada itu, omongan kita juga jarang didengar oleh orang lain. Ada istilah yang menerangkan bahwa, "Jika ingin didengar, maka dengarkanlah terlebih dahulu. Jika ingin dihargai, maka hargailah orang lain terlebih dahulu". 

Tindakan-tindakan dari interpersonal dan komunikasi itu wajib dijalankan agar tidak terjadi konflik berkepanjangan dan dapat diselesaikan secara bermusyawarah antar personal. 

Kerja sama tim dan kolaborasi merupakan bekerja sama secara efektif, terutama dalam tim virtual dan lintas budaya. Karakter manusia itu beragam, baik dari sifat, religi, bahkan sampai budayanya pun berbeda. 


Keterampilan Adaptasi dan Pembelajaran. 

Adaptabilitas dan fleksibilitas yang seimbang dapat beradaptasi cepat terhadap perubahan teknologi dan tren baru. Pembelajaran seumur hidup (Lifelong Learning) akan terjadi jika ada kemauan dan berkemampuan untuk terus belajar, karena keterampilan itu cepat usang dan berubah. Jadi, pola pikir yang berkembang (growth mindset), tidak takut gagal, dan terbuka terhadap tantangan perlu ditetapkan dalam sugesti kita. Agar keterampilan dapat beradaptasi sesuai perkembangan zaman. 


Keterampilan Kepemimpinan dan Etika. 

Kepemimpinan adalah mampu memimpin, mengambil tanggung jawab, dan dapat menginspirasi orang lain. Sedangkan kepemimpinan yang berbasis nilai merupakan dapat memimpin dengan etika, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan. 

Pemimpin juga harus beretika dan berwibawa dalam memimpin suatu kelompok, tetapi tidak harus kaku, intinya tidak monoton. Dalam kepemimpinan harus berlandaskan dengan tujuan apa yang akan dibangun dalam kelompok tersebut. 


Keterampilan Lainnya. 

Manajemen waktu harus disesuaikan dalam mengelola aset yang paling berharga secara efektif. Diselaraskan dengan kecerdasan kontekstual yang dapat memahami nuansa dan konteks yang tidak bisa ditangkap AI, maksudnya harus peka. 


Referensi: 

Ajay Kumar, 18 Agustus 2021, 10 Essential Soft Skills That Will Become Prominent in 2030, https://www.saviom.com/. 

Sumber: Mohammad Hibatul Wafi Al Badruzzaman.