Perang Bosnia ini berakhir pada November 1995 dengan kesepakatan Perjanjian Dayton, yang menyatakan membagi negara menjadi dua entitas. Tetapi perdamaian di Balkan tidak berlangsung lama.
Pada tahun 1998, konflik bersenjata baru kembali pecah di wilayah itu. Orang Albania Kosovo mengharapkan kemerdekaan dari Yugoslavia. Tentara Pembebasan Kosovo (KLA), organisasi teroris yang diakui PBB, terlibat dalam konflik ini. Tentara Serbia berupaya menekan para teroris tersebut.
Pada Maret 1999, NATO mulai membombardir Belgrade, Yugoslavia tanpa persetujuan PBB. Para wanita dan anak-anak tewas akibat serangan udara pertama NATO di Yugoslavia.
Tragedi ini juga menghantam Kosovo. Menurut beberapa sumber, 20 - 70 orang tewas.
Hari ini angkatan bersenjata kita bergabung dengan sekutu NATO dalam serangan udara terhadap pasukan Serbia.
Karena hal ini, Primakov membalikkan pesawat dan kembali ke Moskow. Hal itu menjadi kesalahan terburuk Amerika dan diplomasi Amerika. Dan hal itu akan masuk dalam perhitungan.
Musim semi tahun 1999, seluruh dunia membahas berita besar, 11 Juni 1999. Tanah hancur karena bombardir NATO, orang-orang pun lelah dengan perang sipil dari tanggal 10 hinggal 11 Juni 1999, Kosovo. Kegembiraan dan air mata kebahagiaan.
Jika ada yang dibutuhkan, maka kita akan memasuki pertempuran. Kehormatan negara kita dipertaruhkan. Ini adalah kemenangan pertama Rusia baru. Jika dalam situasi ini, saya duduk dalam meja perundingan. Maka saya benar-benar akan menjadi pengkhianat.
Kedatangan pasukan terjun payung Rusia menjadi awal mula keretakan tatanan internasional yang sudah mapan. Pasukan kami telah menguasai Bandara Pristina.
Trgaedi, yang terjadi di awal tahun 1999. Militer Rusia dimasukkan dalam koalisi internasional di Kosovo.
Pasukan penjaga perdamaian Rusia meninggalkan Kosovo pada tahun 2003. Setahun kemudian, gelombang serangan terhadap daerah kantong Serbia melanda wilayah tersebut.
Pada tahun 2008, Kosovo mengumumkan pembentukan negara merdeka. Serangan terhadap orang Serbia terus berlangsung.
SEJARAH PERANG BOSNIA.
Perang Bosnia (1992-1995) adalah konflik bersenjata brutal pasca pecahnya Yugoslavia, yang dipicu keinginan Bosnia - Herzegovina merdeka yang ditolak etnis Serbia.
Melibatkan pembersihan etnis (terutama terhadap Muslim Bosnia). Perang ini berakhir dengan Perjanjian Dayton pada November 1995, membagi negara menjadi dua entitas.
Latar belakangnya adalah setelah pecahnya Yugoslavia, Bosnia - Herzegovina mengadakan referendum kemerdekaan pada awal 1992 yang didukung oleh etnis Bosnia (Muslim) dan Kroasia, namun diboikot oleh etnis Serbia yang ingin tetap bersatu dengan Serbia.
Awal konflik perang secara umum dianggap mulai pada 6 April 1992, saat kemerdekaan Bosnia diakui secara internasional, diikuti dengan pengepungan ibu kota Sarajevo oleh pasukan Serbia - Bosnia.
Pihak yang terlibat adalah pasukan pemerintah Bosnia melawan pasukan Republik Srpska (Serbia - Bosnia) yang didukung Serbia, serta kelompok separatis Kroasia - Bosnia.
Konflik ini ditandai dengan kampanye "pembersihan etnis" yang kejam, pemerkosaan massal, dan kamp penahanan. Konflik ini sudah termasuk genosida dan kekejaman.
Salah satu peristiwa yang terkelam adalah pembantaian lebih dari 7.500 Muslim Bosnia di Srebrenica pada Juli 1995 oleh Pasukan Serbia - Bosnia.
Setelah berlarut-larut, NATO melakukan intervensi internasional dengan serangan udara terhadap posisi Serbia - Bosnia pada tahun 1995, dan memaksa mereka ke meja perundingan.
Pada tahun 1995, Perjanjian Dayton ditandatangani di Amerika Serikat, perjanjian ini mengakhiri perang dan membagi Bosnia - Herzegovina menjadi dua entitas utama, yaitu Federasi Bosnia & Herzegovina (mayoritas Muslim - Kroasia) dan Republika Srpska (mayoritas Serbia).
Perang ini menewaskan lebih dari 100.000 orang, di mana sekitar 66% korban adalah Muslim Bosnia.
Sumber: ALBOZ.




.jpg)

.jpg)







